Penelitian Terbaru: Akar Sorgum Bioenergi Dapat Tingkatkan Karbon di Tanah

Ilustrasi - Tanaman sorgum.(Antara)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 7 Januari 2022 | 13:10 WIB

Sariagri - Saat ini bumi tengah menghadapi kondisi dimana jumlah karbon dioksida di atmosfer meningkat, sementara jumlah karbon di tanah berkurang. Tingginya jumlah karbon dioksida ini menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim semakin cepat.

Baru-baru ini, studi yang dilakukan oleh para ilmuwan Texas A&M Agrilife menemukan fakta bahwa sorgum hibrida bioenergi dapat menangkap dan menyerang sejumlah besar karbon dioksida di atmosfer ke dalam tanah.

Para ilmuwan yakin, sorgum bioenergi dapat meningkatkan kesuburan tanah dan berpotensi memperoleh kredit karbon untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca.

John Mullet dan Bill Rooney, ilmuwan yang terlibat telah bekerja selama 15 tahun terakhir untuk mengembangkan varietas sorgum bioenergi yang ideal. Varietas hibrida yang dihasilkan baru-baru ini menunjukkan hasil biomassa yang tinggi untuk bahan bakar, pembangkit listrik dan bioproduk lainnya.

Varietas hibrida sorgum bioenergi mereka juga memiliki ketahanan kekeringan yang sangat baik, efisiensi penggunaan nitrogen yang baik dan sistem perakaran yang dalam. Dalam riset, satu hektar lahan yang ditanam hibrida sorgum bioenergi dapat mengakumulasi sekitar 3,1 ton biomassa akar kering selama 155 hari musim tanam.

Akar sorgum bioenergi juga tumbuh lebih dari 6,5 kaki (1,9 meter) selama musim tanam. Sistem perakaran sorgum bioenergi dapat mencapai sumber air dan nutrisi yang belum dimanfaatkan tanaman tahunan lainnya. Hasil ini menunjukkan bahwa tanaman sorgum ini dapat membantu mengelola limpasan pupuk dari tanaman semusim lainnya dalam rotasi tanaman.

"Terus terang angkanya cukup menguntungkan. Angka tersebut juga penting untuk memahami potensi tanaman untuk meningkatkan kesuburan tanah dan kapasitas menahan air dengan mengisi kembali karbon organik tanah," jelas Rooney dikutip phys.org.

Sorgum bioenergi sebagai bagian dari sistem produksi bioenergi berkelanjutan


Studi pemodelan dapat memperkirakan bahwa jutaan hektar lahan pertanian terlantar dan marginal di AS tersedia untuk ditanami sorgum bioenergi.

"Kebanyakan di wilayah Gulf Coast menjadi ideal untuk produksi sorgum bioenergi karena curah hujan yang cukup, musim tanam yang panjang dan persaingan yang rendah dengan tanaman biji-bijian lainnya," kata Mullet.

"Baru-baru ini saya telah memutuskan hal terpenting yang dapat kita lakukan adalah melanjutkan penelitian tentang optimasi sorgum bioenergi , tetapi juga membantu merancang dan membangun biorefinery yang akan memproses bahan dari tanaman ini dengan cara yang optimal," jelas Mullet.

Karbon yang ditangkap oleh akar sorgum bioenergi dapat menjadi biofuel dan bioproduk di biorefinery sehingga dapat menghasilkan kredit karbon yang berpotensi menguntungkan petani dan industri.

Baca Juga: Penelitian Terbaru: Akar Sorgum Bioenergi Dapat Tingkatkan Karbon di Tanah
Keren! China Kembangkan Atap Rumah Kaca yang Mampu Hasilkan Listrik



Saat ini, Mullet dan Rooney tengah mencari dana dari industri dan pemerintah untuk membantu mereka membangun generasi berikutnya dari biorefinery yang dirancang untuk biomassa sorgum bioenergi untuk produksi biofuel, bioproduk dan biopower.

"Proyek ini telah berkembang tidak hanya memproduksi biofuel dan bio produk, tetapi juga menangkap karbon secara langsung dan menyerapnya," kata Mullet.

Video Terkait