Kepulauan Seribu Kembali Operasikan Mesin Ubah Plastik jadi BBM

Ilustrasi - Pengelolaan sampah plastik.(Pixnio)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 26 Januari 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu kembali mengoperasikan mesin pirolisis di Kelurahan Pulau Harapan Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Mesin ini mampu mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Sebelumnya sejak 2019, Pemkab Kepulauan Seribu sudah memanfaatkan mesin pirolisis yang dapat mengubah plastik menjadi BBM jenis solar di Pulau Pramuka, Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara.

"Ke depan kami harapkan mesin pirolisis plastik ini tidak hanya di Pulau Harapan saja, tetapi di semua pulau permukiman sehingga selain bisa mengurangi sampah, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh nelayan Kepulauan Seribu," ujar Bupati Kepulauan Seribu Junaedi.

Junaedi dalam siaran pers 25 Januari 2022 mengatakan mesin pirolisis plastik di Kelurahan Pulau Harapan merupakan hasil kolaborasi Pemkab Kepulauan Seribu dengan PT Astra. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik dengan cara mendaur ulang sampah di wilayah itu menjadi BBM jenis solar.

Sementara itu, Perwakilan PT Astra, Bondan Susilo mengatakan bantuan mesin pirolisis plastik itu merupakan bagian dari program Kampung Berseri Astra dengan semangat mengurangi sampah plastik di Kepulauan Seribu.

"Mesin pirolisis plastik sebelumnya sudah diberikan untuk Kelurahan Pulau Panggang, dan ini bantuan yang kedua di Pulau Harapan. Ke depan, kami akan berikan di kelurahan lain," kata Bondan.

Mengutip informasi Pusat Kajian Kebijakan Strategis (Pusjakstra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di situs resmi Kementerian LHK, pirolisis adalah proses dekomposisi kimia suatu bahan menggunakan pemanasan (thermolisis) tanpa kehadiran oksigen atau dengan udara yang terbatas. Hasil pirolisis dapat berupa tiga jenis produk yaitu padatan (charcoal/arang), gas (fuel gas), dan cairan (bio-oil).

Hasil uji laboratorium terhadap BBM yang dihasilkan mesin pirolisis plastik relatif stabil dan bisa mengoperasikan mesin dua langkah (2-tak), seperti gergaji mesin (chainsaw).
​​
Teknologi pirolisis plastik juga tidak memerlukan listrik besar dan tempat luas. Dengan demikian, pekerjaan mengubah sampah plastik agar menjadi lebih bermanfaat mudah dilakukan warga Pulau Pramuka.

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. Dalam 15 tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam sampah plastik karena jumlah dan fraksinya terus meningkat yang sebagian besar dihasilkan barang plastik sekali pakai, seperti kantong plastik, kemasan plastik fleksibel (sachet dan pouch), sedotan plastik, dan wadah busa plastik (styrofoam).
​​​​​
Pada 2015, fraksi sampah plastik 11 persen, namun saat ini meningkat signifikan menjadi 15,7-18,5 persen.

Baca Juga: Kepulauan Seribu Kembali Operasikan Mesin Ubah Plastik jadi BBM
Investor Asing Tertarik Olah Sampah jadi Energi Listrik untuk Penerangan

Pemerintah Indonesia telah menyusun lima strategi dan rencana aksi pengurangan sampah plastik dalam jangka panjang yaitu dengan meningkatkan gerakan nasional untuk mengelola sampah secara komprehensif melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan didukung regulasi yang kuat serta pelaksanaannya di tingkat nasional dan daerah

Selanjutnya melaksanakan pengelolaan sampah di darat dan laut dengan intensitas tinggi, peningkatan teknologi serta inisiatif dan partisipasi masyarakat, meningkatkan pengelolaan sampah plastik, termasuk pencemaran sampah plastik di laut dari kegiatan perikanan, transportasi, tempat dan kegiatan wisata, serta dari permukiman, khususnya di kawasan pesisir.
​​​​
Memperkuat pembangunan kapasitas kelembagaan dan keuangan, pengawasan dan penegakan hukum, dan penelitian dan pengembangan, untuk mendorong inovasi dan meningkatkan teknologi.

Video terkait:

Video Terkait