Mengenal Energi Alternatif, Mulai dari Jenis Sampai Manfaatnya

Pekerja membersihkan panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. PLN NTB mengungkapkan potensi pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di NTB tercatat sebesar 102.74 MW dengan berbagai macam sumber EBT yaitu air, angin, tenaga surya, biomassa, dan arus laut. (Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

Editor: Tanti Malasari - Senin, 14 Februari 2022 | 18:10 WIB

Sariagri - Energi alternatif adalah elemen terpenting dalam keberlangsungan hidup manusia, untuk masa yang akan datang.

Saat ini, beberapa ilmuwan juga sedang berlomba-lomba mengembangkan sumber energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan umat manusia terhadap minyak bumi.

Jenis-jenis Energi Alternatif

Jumlah energi minyak bumi kini kian menipis. Hal ini tentu bukan tanpa alasan. Sebab dalam kehidupan sehari-hari, manusia sangat tergantung pada pasokan energi minyak bumi.

Jika hal ini secara terus menerus digunakan, tentu suatu saat nanti di masa mendatang, akan habis tak bersisa. Oleh karena itu dibuatlah energi alternatif guna memenuhi kebutuhan energi bagi manusia.

Energi ini disinyalir tidak akan habis, meski penggunaannya terus menerus dilakukan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut macam-macam energi :

1. Energi Matahari

Matahari merupakan sumber energi paling besar yang ada di muka bumi. Jumlahnya sangat banyak dan disinyalir tidak akan ada habis-habisnya.

Banyak ilmuwan yang memanfaatkan energi matahari menjadi sumber energi panel surya, yang bisa digunakan sebagai sumber tenaga listrik.

Bahkan energi ini disebut-sebut mengeluarkan jumlah emisi yang sangat sedikit ketimbang dari energi fosil.

2. Energi Panas Bumi

Energi panas bumi atau energi geothermal merupakan sumber energi yang berasal dari inti bumi. Inti bumi merupakan bahan yang terdiri atas berbagai jenis logam dan batu yang berbentuk cair, yang memiliki suhu tinggi, dan banyak ditemukan di daerah-daerah pegunungan.

Indonesia sendiri memiliki banyak pegunungan vulkanik, yang membuatnya berpotensi sebagai penghasil energi panas bumi terbesar di dunia.

Energi panas bumi ini nantinya dapat digunakan untuk menghasilkan listrik sebagai satu di antara bentuk dari energi terbarui.

3. Energi Angin

Jangan anggap remeh, kekuatan angin bisa dijadikan sebagai sumber energi. Energi angin ini memang dihasilkan dari embusan angin yang diolah dan dikumpulkan menjadi suatu energi yang besar.

Penggunaan energi angin biasanya dihasilkan dengan menggunakan kincir angin dan dijadikan sebagai sumber pembangkit energi listrik yang ramah lingkungan.

4. Energi Air

Energi air atau dikenal juga dengan nama hydropower, adalah sumber energi yang dihasilkan dari kekuatan air. Energi ini ditentukan berdasarkan pada pasokan air yang ada.

Untuk menghasilkan energi ini biasanya dilakukan dengan membuat bendungan untuk menampung air. Kemudian air dalam bendungan tersebut nantinya digabungkan dengan pipa air yang diarahkan menuju turbin.

Semakin banyak air yang mengalir pada turbin, energi yang dihasilkan pun akan makin besar.

5. Energi Laut

Siapa yang menyangka, kekayaan alam dari laut, ternyata memiliki potensi yang besar untuk dijadikan sebagai energi.
Energi yang berasal dari laut (Ocean Energy) dapat dikatagorikan menjadi tiga jenis, yaitu energi ombak, energi pasang surut dan hasil konversi energi panas laut.

6. Energi Biogas

Selanjutnya ada energi biogas. Biogas adalah gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2), dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian material organik, seperti kotoran hewan, kotoran manusia, dan tumbuhan oleh bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester.

7. Energi Biomassa

Pengertian biomassa adalah segala jasad makhluk hidup yang digunakan untuk menghasilkan energi bila dibakar, yaitu berupa sampah-sampah organik sebagai sisa-sisa produksi pertanian.

Selain itu bisa juga berupa tanaman yang cepat tumbuh seperti angsana, akasia, dan sebagainya dapat digunakan sebagai bahan bakar secara ekonomis atau sebagai sumber energi yang murah.

8. Energi Biodiesel

Lalu energi selanjutnya ada biodisel. Biodiesel merupakan bahan cair yang diformulasikan khusus untuk mesin diesel yang terbuat dari minyak nabati (bio-oil). Saat ini sudah banyak bahan bakar kendaraan yang berbahan biodiesel.

Baca Juga: Mengenal Energi Alternatif, Mulai dari Jenis Sampai Manfaatnya
PLTS Akan Jadi Penunjang Energi Bersih di Tanah Air

9. Energi Zat Radioaktif

Tahukah kamu bahwa zat radioaktif ternyata dapat memancarkan sinar α (alpha),’yang bermuatan listrik positif, sinar β (beta) yang bermuatan listrik negatif, dan sinar γ (gamma) yang tidak bermuatan listrik.

Oleh karena itu penggabungan muatan listrik ini diyakini mampu menjadi sumber energi tambahan untuk manusia.

Manfaat Energi Alternatif

Sembilan jenis energi diatas, memiliki nilai lebih tersendiri. Adapun manfaat energi alternatif adalah sebagai berikut :

1. Beberapa sumber energi alternatif tidak menghasilkan polusi yang merusak lingkungan.
2. Tidak memiliki ancaman kepunahan sumber daya yang sama dengan energi umumnya. 
3. Memiliki opsi untuk memproduksi stasiun mikro dengan sumber daya ini.
4. Memberi kesempatan untuk menggunakan bahan bakar berbasis nabati. 
5. Energi ini bekerja dengan keselarasan infrastruktur.
6. Menciptakan pekerjaan yang masif.
7. Membantu menstabilkan ekonomi.