Dilanda Perang, Ukraina Ternyata Memiliki Kekayaan Alam Luar Biasa

Ilustrsi pembangkit listrik batubara. (pixabay)

Editor: Dera - Sabtu, 26 Februari 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Konflik antara Rusia-Ukrania kian memanas, bahkan Rusia telah melakukan serangan ke Ibu Kota Ukraina, Kyiv dan meluas ke beberapa kota lainnya.

Namun terlepas dari konflik yang terjadi, Ukraina ternyata menyimpan potensi sumber daya alam yang begitu melimpah, mulai dari potensi pertanian hingga mineralnya.

Melansir berbagai sumber, berikut beberapa kekayaan alam yang dimiliki Ukrania. 

Sektor Pertanian

Ukraina merupakan negara yang menempati pelaku utama ekspor tanaman sereal di dunia, menempati posisi pertama eksportir bunga matahari, dan menempati posisi kedua di dunia sebagai eksportir bunga colza.

Selain itu, negara ini juga menempati posisi ketiga di dunia sebagai eksportir daging unggas beku (frozen fowls) dan menempati posisi keempat dunia sebagai pengekspor jagung, serta posisi kelima dunia sebagai eksportir madu alami.

Pada tahun 2021/2022, Ukraina diproyeksikan menjadi eksportir jagung terbesar ketiga di dunia dan pengekspor gandum terbesar keempat di dunia. Bahkan pada 2020, Ukraina memasok sekitar 23,51 persen gandum ke Indonesia.

Sektor Energi 

Tahukah Sobat Agri, Ukraina ternyata merupakan salah satu negara penghasil mineral terbesar di dunia. Ada hampir 8.000 deposit mineral, dengan kandungan 90 mineral yang berbeda, 20 diantaranya signifikan secara ekonomis.

Cadangan batubara Ukraina mencapai 47,1 miliar ton, di mana kebutuhan dalam negeri tahunan batu bara sebagai bahan bakar adalah sekitar 100 juta ton, yang 85 persennya merupakan produksi dalam negeri.

Baca Juga: Dilanda Perang, Ukraina Ternyata Memiliki Kekayaan Alam Luar Biasa
Ketika Limbah Batu Bara Dimanfaatkan Menjadi Bahan Bangunan

Negara ini juga kaya akan cadangan mineral, termasuk bijih besi, bijih mangan, raksa, titanium, dan nikel.

Selain itu, Ukrania juga mampu memenuhi pasokan listrik negaranya tanpa bergantung dari negara lain. Hebatnya, negara tersebut mengeskpor listrik ke Rusia maupun negara lain di Eropa Timur. 

Hal tersebut dilakukan dengan menggunakan tenaga nuklir dan tenaga air secara luas. Mereka juga berencana untuk terus mengembangkan tenaga nuklir sebagai langkah penghematan energi, termasuk dalam meminimalisir penggunaan gas dalam industri. 

Video Terkait