Cina Catat Peningkatan Terbesar Konsumsi Energi dan Penggunaan Batu Bara pada 2021

Ilustrasi - Batu bara. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 28 Februari 2022 | 19:35 WIB

Sariagri - Cina mencatat peningkatan terbesar dalam total konsumsi energi dan penggunaan batu bara dalam satu dekade pada 2021. Data Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan peningkatan itu terjadi ketika ekonomi mulai pulih dari perlambatan COVID-19. 

Cina yang merupakan pembakar batu bara dan penghasil gas rumah kaca terbesar di dunia menggunakan 5,24 miliar ton energi setara batu bara standar tahun lalu, naik 5,2 persen dari tahun 2020. 

NBS juga mengatakan konsumsi batu bara di Cina naik 4,6 persen pada tahun 2021, juga tingkat pertumbuhan terkuat dalam satu dekade.

Pemerintah telah berjanji membatasi konstruksi di industri yang mengkonsumsi energi tinggi dan telah mendesak perusahaan menghemat energi dan meningkatkan efisiensi. Melonjaknya penggunaan bahan bakar fosil merusak rencana untuk mengurangi emisi karbon.

Presiden Xi Jinping telah berjanji untuk membawa emisi karbon negara itu ke puncaknya pada tahun 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060. Namun, dia belum menetapkan batasan pada penggunaan energi total atau pada tingkat emisi karbon.

Meski langkah ketat termasuk membatasi penggunaan listrik di beberapa wilayah, intensitas energi Cina - rasio yang mengukur berapa banyak energi yang digunakan per unit pertumbuhan ekonomi - turun 2,7 persen pada tahun 2021, dibandingkan dengan pengurangan yang ditargetkan "sekitar 3,0 persen" untuk tahun ini.

Cina menyetujui perluasan ratusan tambang batu bara tahun lalu, yang melibatkan peningkatan kapasitas tahunan sekitar 420 juta ton. Produksi mencapai rekor tertinggi karena berusaha untuk menjamin pasokan energi menyusul kekurangan listrik nasional.

Perencana negara telah memerintahkan penambang batu bara untuk memaksimalkan operasi guna memastikan pasokan pasar, dan pekan lalu mengatakan produksi batu bara harian telah pulih ke tingkat akhir 2021.

Analis khawatir Cina melonggarkan janji lingkungan untuk menopang ekonomi yang dilanda gangguan rantai pasokan dan pembatasan "nol-COVID".

Baca Juga: Cina Catat Peningkatan Terbesar Konsumsi Energi dan Penggunaan Batu Bara pada 2021
Kekeringan Akibat Perubahan Iklim, Warga Madagaskar Terpaksa Makan Kaktus dan Belalang

"Keamanan energi mengalahkan ambisi dekarbonisasi setidaknya dalam jangka pendek hingga menengah untuk China dan kami memperkirakan permintaan batu bara negara itu akan terus meningkat dengan mantap," kata analis Rystad Energy, Justin Jose.

Cina dijadwalkan mengungkapkan target intensitas energi dan intensitas karbon - yang mengukur berapa banyak karbon yang dipancarkan saat pertumbuhan ekonomi - pada 5 Maret 2022 selama pertemuan tahunan parlemen.

Video:

Video Terkait