Ekonom Sarankan Pemerintah Gencar Sosialisasi Fluktuasi Harga Minyak

Ilustrasi SPBU. (Antara)

Editor: Dera - Sabtu, 9 April 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Pakar Energi dari Institut Teknologi Bandung Elan Biantoro mengimbau pemerintah untuk gencar menyosialisasikan fluktuasi harga minyak dunia yang ditentukan mekanisme pasar agar masyarakat memahami alasan kenaikan harga bahan bakar minyak di dalam negeri.

"Selama ini kita tidak pernah mendapat sosialisasi mekanisme pasar harga (menentukan naik-turun) BBM. Ini diedukasi agar masyarakat tak kaget kalau minyak naik," ujarnya dalam diskusi yang digelar oleh Jakarta Journalist Center bertajuk 'Krisis Rusia-Ukraina Mahalnya Minyak Dunia' yang dikutip di Jakarta.

Mantan Pejabat SKK Migas ini menilai masyarakat kini terbuai harga BBM karena disubsidi oleh pemerintah, sehingga tidak mengantisipasi kenaikan harga BBM di pasar yang salah satunya disebabkan invasi Rusia ke Ukraina.

"Pemahaman dan pemberian informasi ini bukan karena pemerintah, karena efek global. Sementara masyarakat terbuai mekanisme harga subsidi daripada mekanisme harga pasar," kata dia.

Antara melansir, pada Maret 2022, harga minyak mentah Indonesia (ICP) telah menyentuh level 113,50 dolar AS per barel atau naik sebesar 17,78 dolar AS per barel dari sebelumnya 95,72 dolar AS per barel pada Februari 2022.

Jika melihat harga subsidi, lanjut Elan, ada defisit yang membuat pemerintah lantas memutuskan untuk menaikkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 per liter atau naik dari harga sebelumnya yang sebesar Rp9.000 per liter.

Harga Pertalite tetap dipertahankan pada level Rp7.650 per liter untuk menjaga daya beli masyarakat dan mencegah inflasi.

"Kalau seperti sekarang harga minyak di atas 100 dolar AS per barel, otomatis tidak bisa mengandalkan harga subsidi dipertahankan, sehingga Pertamax naik," jelasnya.

Elan mengaku setuju dengan keputusan pemerintah yang menaikkan harga Pertamax pada 1 April 2022. Apalagi jika melihat selama ini Pertamax digunakan oleh pengendara mobil mewah atau kalangan masyarakat menengah ke atas.

Dia menilai harga Pertamax Rp12.500 itu masih terjangkau oleh masyarakat.

Baca Juga: Ekonom Sarankan Pemerintah Gencar Sosialisasi Fluktuasi Harga Minyak
Kuota Turun, Kelangkaan Biosolar Terjadi di Riau



"Pertamax ke atas itu harga BBM untuk masyarakat menengah ke atas. Kendaraan cukup mewah, mereka harus wajib membeli RON di atas 92. Harga naik ke Rp12.500 untuk Pertamax masih di bawah harga selayaknya melihat harga crude," kata dia.

Elan meminta pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi jenis solar Rp5.150 per liter dan Pertalite Rp7.650 per liter supaya tidak terjadi gejolak di pasar.

"Solar penugasan dan Pertalite dipertahankan tak naik agar tidak terjadi gejolak. Harga penugasan naik ada gejolak," ujarnya.

Selain itu, Elan juga menyarankan pemerintah untuk melakukan efisiensi dan menekan konsumsi penggunaan bahan bakar minyak, serta meningkatkan aktivitas hulu agar cadangan minyak di dalam negeri meningkat.

Video Terkait