Terdampak Cuaca Ekstrem, 39.106 Pelanggan PLN Alami Pemadaman

Petugas PLN memperbaiki tiang listrik roboh akibat cuaca ekstrem yang terjadi di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. (Antara/HO-PLN)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 10 April 2022 | 16:30 WIB

Sariagri - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengatakan cuaca ekstrem mengakibatkan kerusakan pada beberapa jaringan. Akibatnya 39.106 pelanggan di sejumlah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa mengalami pemadaman listrik.

"Tercatat, enam tiang listrik roboh, delapan tiang miring, 10 tiang mengalami kerusakan komponen dan tujuh gardu listrik mengalami kerusakan," ujat General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sudjarwo, melalui keterangan resmi di Mataram, Minggu (10/4/2022).

Untuk mengatasi dampak cuaca ekstrem, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan perbaikan agar pasokan listrik segera kembali normal.

Hingga Minggu pagi, 550 pelanggan di Kelurahan Madakando, Kota Bima, dan Desa Bajo, Kabupaten Bima masih mengalami pemadaman listrik, karena tiang listrik di kedua daerah itu roboh dan masih dalam proses perbaikan.

"Kami sudah koordinasikan untuk pembangunan tiang yang baru. Semoga bisa segera selesai secepatnya," ujar Sudjarwo.

Dia menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi adalah akses jalan menuju lokasi gangguan yang tergolong ekstrem.

Lokasi gangguan pun tersebar dari wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa hingga PLN UP3 Bima, mulai dari Lenangguar, Mpunda, Jatiwangi, Jatibaru, Bajo, Mataiyang dan beberapa lokasi yang lain.

"Salah satu akses ke lokasi yang cukup ekstrem adalah gangguan di Lenangguar. Kami menurunkan petugas dari kantor jaga di Klawis, untuk membantu proses penormalan di Lenangguar," kata Sudjarwo.

Tidak hanya akses jalan, kata dia, cuaca di lokasi gangguan yang hingga saat ini masih gerimis juga menghambat proses perbaikan.

Baca Juga: Terdampak Cuaca Ekstrem, 39.106 Pelanggan PLN Alami Pemadaman
PLN Garap Ladang Panel Surya Seluas 1,46 Hektare di Sulsel

Sudjarwo mengimbau masyarakat berhati-hati dan waspada. Dia meminta partisipasi masyarakat apabila mengetahui adanya jaringan listrik PLN yang berpotensi menimbulkan bahaya.

"Untuk kondisi jaringan yang sekiranya berpotensi bahaya, masyarakat dapat melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile untuk dapat segera kami tindaklanjuti," pungkasnya.

Video Terkait