Harga Minyak Tergelincir di Awal Perdagangan

Ilustrasi - Ladang minyak BP Eastern Trough Area Project (ETAP) di Laut Utara, sekitar 100 mill dari Aberdeen Skotlandia. (Antara/Reuters/Andy Buchanan/am).

Editor: Yoyok - Senin, 11 April 2022 | 09:15 WIB

Sariagri - Harga minyak tergelincir di awal perdagangan Asia menyusul kejatuhan mingguan kedua berturut-turut setelah konsumen dunia mengumumkan rencana untuk melepaskan minyak mentah dari stok strategis dan karena  lockdown  di China terus berlanjut.

Reuters melaporkan harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 73 sen atau 71 persen menjadi 102,05 dolar AS per barel pada pukul 06.15 WIB, Senin (11/4) pagi WIB.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) kehilangan 75 sen atau 76 persen menjadi 97,51 dolar AS per barel.

Pekan lalu, Brent anjlok 1,5 persen sementara WTI melorot 1 persen. Selama beberapa minggu, kedua tolok ukur itu berada pada posisi paling fluktuatif sejak Juni 2020.

Pasar mengamati perkembangan di China, di mana pihak berwenang membuat Shanghai, kota berpenduduk 26 juta orang, terkunci di bawah kebijakan "toleransi nol" untuk Covid-19. China adalah importir minyak terbesar dunia.

Sejumlah negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) akan melepaskan 60 juta barel selama enam bulan ke depan, dengan Amerika Serikat mencocokkan jumlah itu sebagai bagian dari pelepasan 180 juta barel yang diumumkan bulan lalu.

“Pelepasan itu dapat menghalangi produsen, termasuk Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) dan produsen shale-oil Amerika, untuk mengakselerasi kenaikan produksi bahkan dengan harga sekitar 100 dolar AS per barel,” kata analis ANZ Research.

Namun, kelompok negara eksportir minyak OPEC Plus belum menunjukkan kecenderungan untuk meningkatkan target produksi lebih dari 400.000 barel per hari yang telah ditambahkan setiap bulan sebagai bagian dari pemulihan pengurangan pasokan.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Awal Perdagangan
Pertamax Naik Jadi Rp12.500 per Liter, Pertamina: Demi Tekan Beban Keuangan

Pelepasan cadangan IEA akan berjumlah sekitar 2 juta barel pasokan harian untuk dua bulan ke depan - ditambah 1 juta barel per hari dari Amerika Serikat selama empat bulan setelah itu. Tidak jelas apakah itu akan mengimbangi kekurangan minyak mentah Rusia setelah negara tersebut terkena sanksi berat menyusul invasinya ke Ukraina.

Produksi kondensat minyak dan gas Rusia turun menjadi 10,52 juta barel per hari (bph) untuk periode 1-6 April dari rata-rata Maret sebesar 11,01 juta bph.

Video Terkait