Kementerian ESDM Jelaskan 3 Isu Prioritas Transisi Energi di G20

Ilustrasi kincir angin. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 22 April 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa akses, teknologi, dan pendanaan transisi energi menjadi isu prioritas dalam Energy Transitions Working Group (ETWG) Presidensi G20 Indonesia tahun ini.

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis, Yudo Dwinanda mengatakan bahwa pemerintah mendorong penguatan sistem energi global yang lebih bersih dan transisi yang berkeadilan dalam pemulihan berkelanjutan melalui G20.

"Jadi kita ingin transisi (energi) ini berkeadilan. Dalam pergeseran paradigma menuju energi baru terbarukan, jangan sampai ada negara yang tertinggal, yang akhirnya terdampak secara sosial dan ekonomi," kata Yudo, Jumat (22/04/2022).

Yudo menjelaskan, setiap negara diharapkan memiliki akses pada energi yang terjangkau, handal, berkelanjutan, dan modern secara universal.

Kedua, Indonesia juga mendorong peningkatan ragam pemakaian teknologi serta mengantisipasi tantangan transisi energi ke depan, termasuk peningkatan permintaan penyimpanan energi, sistem energi rendah emisi, pengembangan industri bersih, transfer teknologi, hingga integrasi energi terbarukan.

Yang ketiga, mencarikan solusi terkait pendanaan dan investasi. Hal tersebut akan dilakukan melalui ekosistem pendanaan hijau guna mengatasi disparitas pendanaan di seluruh negara.

"Dari tiga isu ini diharapkan menghasilkan langkah yang lebih konkret guna memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan. Dan ini sudah diterima secara aklamasi dalam pertemuan G20," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Founder of Society of Renewable Energy, Zagy Berian mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia dapat mencapai target net zero emission (NZE) pada tahun 2060 dengan meningkatkan kapabilitas energi baru terbarukan.

"Ketika kita ingin mencapai net zero emission, maka harus bertransformasi secara keseluruhan dalam ekosistem," kata Zagy.

Zagy menyampaikan, generasi muda memiliki peran besar untuk mendukung transisi energi menuju energi yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kementerian ESDM Jelaskan 3 Isu Prioritas Transisi Energi di G20
Jelang Hari Bumi, Indonesia Harus Lebih Ambisius Turunkan Emisi GRK



Menurut dia, generasi muda saat ini mulai sadar terhadap perlunya transisi energi dari energi kotor menjadi energi bersih demi kelangsungan hidup di masa depan. Namun demikian, dia menilai diperlukan akses terhadap pengetahuan terkait isu-isu lingkungan dan transisi energi.

"Mereka sudah aware tetapi butuh pelopor dari rekan-rekan sejawat. Kemudian juga belum banyak mengenal institusi energi yang ada di Indonesia, serta hambatan lainnya," ujarnya.

Video Terkait