RI Terima Puluhan Triliun dari Minyak, Harga BBM Subsidi Tetap Bakal Naik?

Ilustrasi BBM. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 23 April 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Pemerintah telah memberi sinyal soal rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin Pertalite dan Solar subsidi. Penyesuaian harga ini merupakan respons dari harga minyak mentah dunia yang sedang meroket.

Jika harga jual tidak disesuaikan, maka subsidi energi diperkirakan akan semakin membengkak. Tapi di sisi lain, faktanya lonjakan harga minyak juga berdampak pada melonjaknya penerimaan negara dari sisi hulu minyak dan gas bumi (migas).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisai penerimaan negara hingga kuartal I 2022 dari industri hulu minyak dan gas bumi mencapai 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 62 triliun.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menjelaskan realisasi penerimaan tersebut telah mencapai 44 persen dari target tahun ini senilai 9,95 miliar dolar AS.

"Penerimaan negara cukup besar sudah mencapai 44 persen dari target setahun," ucap Dwi asaat konferensi pers, Jumat (22/4/2022).

Penerimaan negara yang tinggi ini, lanjut Dwi, tak terlepas dari lonjakan harga minyak. Dia menerangkan harga rata-rata minyak mentah Brent pada Maret mencapai US$ 112,46 per barel, bahkan sempat menyentuh US$ 127,98 per barel pada 8 Maret 2022 lalu.

"Untuk jangka panjang, harga gas Asia diproyeksikan masih mendekati 10 dolar AS per MMBTU lebih tinggi dari Eropa dan Amerika Serikat," jelasnya.

Capaian lifting migas nasional per kuartal I 2022 adalah 611,7 ribu barel minyak per hari (BOPD) atau 87 persen dari target yang ditetapkan oleh APBN sebanyak 703 ribu BOPD.

Selanjutnya, capaian lifting gas rata-rata kuartal I tercatat sebanyak 5.421 standar kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 92 persen dari target APBN sebesar 5.800 MMSCFD. Bila lifting migas ini bisa semakin ditingkatkan, maka ke depannya tak menutup kemungkinan penerimaan negara bisa menjadi lebih besar lagi.

Pemerintah betul-betul menaikkan harga BBM dalam waktu Dekat?

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa pemerintah kini berfokus pemulihan ekonomi negara. Ketika tiba-tiba ada kejadian luar biasa seperti perang di negara lain, maka ini menambah risiko perekonomian negara ini.

Baca Juga: RI Terima Puluhan Triliun dari Minyak, Harga BBM Subsidi Tetap Bakal Naik?
Sinyal Kuat Pertalite, Solar, Elpiji Serta Tarif Listrik Bakal Segera Naik

Tak terkecuali, lonjakan harga komoditas pun menjadi bagian dari risiko ini, oleh karenanya pemerintah akan melihat kondisi ini secara hati-hati.

"Saat ini konsentrasi utama kita adalah pemulihan ekonomi RI, karena seperti kesimpulan kita dalam periode recovery dan tiba-tiba ada perang yang menambah risiko ekonomi kita. Risikonya harga komoditas meningkat. Tentu ini semua kita kaji dan oleh karena itu, kita melihat secara hati-hati," terangnya.

Seiring dengan meningkatnya harga-harga komoditas, maka tak bisa dipungkiri juga akan berdampak pada lonjakan subsidi.

"Maka kita cari balance yang tepat, besaran subsidi yang bisa menjamin recovery tetap berlanjut," pungkasnya.

Video Terkait