SPBU Terbakar, 5.000 Liter Pertalite Ludes Dilalap Si Jago Merah

SPBU mini di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara hangus terbakar. (Antara)

Editor: Dera - Sabtu, 30 April 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mini di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara hangus terbakar sehingga mengakibatkan sediktnya 10 orang mengalami luka bakar.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kabaena Timur Iptu Mika Katu Paunganan saat dikonfirmasi melalui telepon dari Kendari, Jumat, mengatakan Agen Premium, Minyak Tanah, dan Solar (APMS) milik CV Cahaya Alam tersebut meledak dan terbakar sekitar pukul 09.30 WITA.

"Benar, peristiwa kebakaran di SPBU milik CV Cahaya Alam di Desa Tapuhaka, Kecamatan Kabaena Timur," katanya.

Meski demikian, Iptu Mika belum bisa memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan SPBU mini tersebut karena masih dalam tahap penyelidikan.

Dia menyampaikan, kebakaran SPBU mini tersebut menyebabkan 10 orang mengalami luka bakar serius, sehingga para korban dilarikan ke Puskesmas Kabaena Timur.

"Penyebab kobaran api masih dalam tahap penyelidikan. Akibat dari kebakaran tersebut mengakibatkan korban luka sebanyak 10 orang," jelas dia, seperti dikutip dari Antara

Ke-10 korban yang mengalami luka bakar dalam penanganan di Puskesmas Kabaena Timur yakni Haerudin (36) alamat Desa Tapuhaka; Arham (20) alamat Desa Wumbuburo; Adrian (22) alamat Desa Wumbuburo; Zuldiman (30) alamat Desa Ulungkura Kecamatan Kabaena Tengah.

Kemudian, Elfa Defianti (39) alamat Desa Balo; Imaduddin (44) alamat Desa Ulungkura; Laturi (41) alamat Desa Lengora Kecamatan Kabaena Tengah; Dinda (25) alamat Desa Tapuhaka; Rona (34) alamat Desa Tapuhaka; dan Marnia (34) alamat Desa Tolitoli.

Baca Juga: SPBU Terbakar, 5.000 Liter Pertalite Ludes Dilalap Si Jago Merah
Jangan Panik! Ini Langkah Pertama Ketika Mobil Salah Isi Bahan Bakar

Ia menambahkan, kebakaran ini juga menyebabkan sekitar 5.000 ribu liter bahan bakar minyak (BBM) ludes dilalap si jago merah.

"Pemilik SPBU CV Cahaya Alam mengalami kerugian materil berupa BBM jenis Pertalite sebanyak 5.000 liter dan bangunan yang diperkirakan senilai Rp200 juta," demikian Iptu Mika.

Video Terkait