Mulai Diminati dan Tidak Semahal Dulu, Segini Biaya Pemasangan PLTS Atap

Ilustrasi - Panel surya.(Piqsels)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 9 Mei 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Harga pemasangan PLTS atap kini sudah menarik bagi konsumen karena tidak semahal beberapa tahun lalu. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan biaya pemasangan PLTS atap berkisar Rp14 juta - Rp17 juta per kilowatt peak tergantung kapasitas.

"Itu sudah termasuk dengan konverter dan segala macam, tapi di luar membeli meteran karena meterannya harus beli ke PLN yang harganya sekitar Rp1,7 juta," ujarnya dalam pernyataannya, Senin (9/5/2022).

Meski tujuan pemasangan listrik tenaga surya bukan untuk jual beli, konsumen secara otomatis akan membandingkan harga listrik dari PLN dengan harga baru setelah mereka memasang PLTS atap.

Sementara itu, pelaku industri tidak akan membandingkan nilai ekonomis antara punya PLTS sendiri atau beli listrik dari PLN, melainkan industri memang dituntut menggunakan energi terbarukan, karena setrum bersih akan mendukung proses ekspor produk industri ke pasar global.

Kementerian ESDM menargetkan kapasitas terpasang PLTS atap bisa mencapai 3,6 gigawatt dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.

Pemerintah telah menetapkan PLTS atap sebagai program strategis nasional untuk mempercepat pencapaian target bauran energi baru terbarukan 23 persen pada 2025. Optimalisasi pengembangan PLTS atap akan bertumpu pada sektor rumah tangga dan industri untuk memaksimalkan pencapaian target.
Baca Juga: Mulai Diminati dan Tidak Semahal Dulu, Segini Biaya Pemasangan PLTS Atap
PKS: Alasan Pemerintah Menaikan Tarif Dasar Listrik Terlalu Mengada-ada

Berdasarkan proyeksi Kementerian ESDM, target pengembangan PLTS atap untuk sektor rumah tangga selama tiga tahun ke depan memiliki potensi daya listrik 1,52 gigawatt.

Asumsi jumlah pelanggan PLN yang akan memasang PLTS atap dengan target 2 persen dari pelanggan 1.300 VoltAmpere (VA) dan 10 persen dari pelanggan 2.200 VA.

Sedangkan dari sektor komersial dan bisnis, pemerintah memperkirakan ada potensi 1,30 gigawatt energi hijau dengan rincian 10 persen pelanggan PLN 1.300 VA sampai 14 kVA dan 20 persen pelanggan di atas 14.000 kVA juga memasang PLTS atap.

Video Terkait