Subsidi BBM Bengkak Hingga Rp443,6 Triliun, Tarif Listrik Diusulkan Naik

Antrean Panjang Mengisi Bahan Bakar di SPBU. (Sariagri/Rifky Junaedi)

Penulis: Yoyok, Editor: Reza P - Kamis, 19 Mei 2022 | 16:15 WIB

Sariagri - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan anggaran subsidi energi dan kompensasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 bakal melonjak jadi Rp 443,6 triliun dari yang sudah dialokasikan Rp152,5 triliun.

“In terjadi karena harga minyak dunia melonjak hingga melebihi 100 dolar per barel sementara Indonesian Crude Price (ICP) yang diasumsikan sebelumnya hanya 63 dolar AS per barel,” kata Menkeu dalam  rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Kamis (19/5)

Dipaparkan, akibat lonjakan harga minyak, subsidi untuk bahan bakar minyak dan LPG harus ditambah sebesar Rp71,8 triliun dan subsidi listrik ditambah Rp3,1 triliun. Sedangkan kompensasi untuk BBM (Solar, Pertalite) dan listrik yang harus dibayarkan sebesar Rp216,1 triliun.

Bahan pemaparan Menteri Keuangan Sri Mulyani di hadapan anggota Banggar DPR kemudian mengungkapkan bahwa meningkatnya harga minyak dan tidak adanya kebijakan penyesuaian harga menyebabkan beban subsidi dan kompensasi meningkat signifikan.

Menkeu juga menyatakan pemerintah perlu segera melakukan penyesuaian pagu subsidi dan kompensasi sehingga keuangan badan usaha menjadi sehat dan dapat menjaga ketersediaan energi nasional. 

Baca Juga: Subsidi BBM Bengkak Hingga Rp443,6 Triliun, Tarif Listrik Diusulkan Naik
Harga Minyak Tergelincir di Awal Perdagangan

Tertulis juga untuk menjaga keadilan dan berbagi beban, pemerintah perlu menaikkan tarif listrik bagi pelanggan 3.000 VA ke atas.

Pemerintah memang harus mencari jalan terbaik agar APBN tidak tekor. Di sinilah pentingnya semua pihak saling bantu-membantu guna menekan penggunaan anggaran yang tidak prioritas kemudian mengalihkannya guna kepentingan bersama, terutama untuk rakyat berpendapatan pas-pasan.

Video Terkait