Pemerintah Beri Sinyal Ada Kenaikan Tarif Listrik

Tangkapan layar Menkeu Sri Mulyani dalam Konpers APBN KiTa daring, Rabu (20/4/2022). (Antara/Sanya Dinda)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 20 Mei 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani memberikan sinyal soal kenikan tarif listrik di atas 3.000 volt ampere (VA) untuk rumah tangga mampu, hingga pemerintah.

"Bapak Presiden dalam sidang kabinet sudah menyetujui boleh ada kenaikan tarif listrik untuk mereka yang langganan listriknya di atas 3.000 VA. Hanya segmen itu ke atas," ujar kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Kenaikan tarif listrik ini diharapkan untuk membagi beban kenaikan harga minyak dunia dan juga konsumen listrik. Sehingga tidak hanya APBN saja yang menanggung beban kenaikan.

"Kompensasi ini diberikan karena kondisi keuangan PLN memburuk dengan kenaikan ICP dan tidak dilakukannya penyesuaian tarif listrik," tambah Sri Mulyani.

Di sisi lain, Sri Mulyani mengatakan ada tambahan subsidi listrik sebesar Rp3,1 triliun dari Rp56,5 triliun menjadi Rp59,6 triliun.

Ditambah pula kompensasi listrik yang akan diberikan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp21,4 triliun pada tahun ini yang sudah memperhitungkan adanya kenaikan tarif listrik untuk pelanggan 3.000 VA ke atas.

Baca Juga: Pemerintah Beri Sinyal Ada Kenaikan Tarif Listrik
Indonesia Target Ekspor Listrik hingga 300 MW

Per 30 April 2022, PLN telah menarik pinjaman sebesar Rp11,4 triliun dan akan melakukan penarikan pinjaman kembali di bulan Mei dan Juni, sehingga total penarikan pinjaman sampai dengan Juni menjadi Rp21,7 triliun sampai Rp24,7 triliun.

Apabila tidak ada tambahan kompensasi dari pemerintah, maka pada Desember 2022 diproyeksikan arus kas operasional PLN akan defisit sebesar Rp71,1 triliun.

Video Terkait