Harga Minyak Bergerak Positif di Tengah Pengetatan Pasar

Ilustrasi - Kilang minyak bumi. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Senin, 23 Mei 2022 | 09:55 WIB

Sariagri - Harga minyak menguat di awal perdagangan, Senin (23/5), karena imbas permintaan bahan bakar Amerika, pasokan yang ketat, dan pelemahan dolar AS. Penguatan ini tejadi ketika Shanghai bersiap untuk dibuka kembali setelah penguncian dua bulan memicu kekhawatiran tentang perlambatan tajam dalam pertumbuhan.

Reuters melaporkan pada pukul 08.51 WIB harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 88 sen atau 0,78 persen menjadi 113,43 dolar AS per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 70 sen, atau 0,63 persen, menjadi 110,98 dolar AS per barel, menambah keuntungan kecil pekan lalu bagi kedua kontrak tersebut.

"Harga minyak didukung karena pasar bensin tetap ketat di tengah permintaan yang solid menuju puncak musim mengemudi Amerika," kata Managing Partner SPI Asset Management, Stephen Innes.

"Kilang biasanya dalam pola ramp-up untuk menyiapkan pasokan bagi pengemudi Amerika yang membutuhkan banyak BBM saat driving season."

Musim puncak mengemudi di AS biasanya dimulai pada akhir pekan Memorial Day, akhir Mei, hingga Hari Buruh pada September.

Analis mengatakan meski kekhawatiran tentang kenaikan harga bahan bakar berpotensi mengurangi permintaan, data mobilitas dari TomTom dan Google naik dalam beberapa pekan terakhir, menunjukkan lebih banyak orang berada di jalan di kawasan seperti Amerika Serikat.

"Data frekuensi yang tinggi menunjukkan permintaan terus tumbuh," kata analis ANZ.

Depresiasi dolar AS juga mendorong minyak lebih tinggi, Senin, karena itu membuat komoditas tersebut lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Namun, keuntungan pasar dibatasi oleh kekhawatiran tentang upaya China untuk menghancurkan Covid dengan penguncian, bahkan dengan Shanghai yang akan dibuka kembali pada 1 Juni.

Baca Juga: Harga Minyak Bergerak Positif di Tengah Pengetatan Pasar
Harga Minyak Melonjak 5 Dolar Saat Eropa Jabarkan Embargo Energi Rusia

Penguncian di China, importir minyak utama dunia, memukul produksi industri dan konstruksi, mendorong sejumlah langkah untuk menopang perekonomian, termasuk penurunan suku bunga hipotek yang lebih besar dari perkiraan Jumat lalu.

Ketidakmampuan Uni Eropa untuk mencapai kesepakatan tentang pelarangan minyak Rusia atas invasinya ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi khusus", juga menghentikan kenaikan harga minyak yang jauh lebih tinggi.

Video Terkait