Singapura Ekspor Jutaan Ton BBM ke RI, Padahal Minyaknya dari Indonesia

Ilustrasi BBM. (Antara)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 25 Mei 2022 | 16:25 WIB

Sariagri - Indonesia diketahui menjadi negara pengimpor jutaan ton minyak dari Singapura demi memenuhi kebutuhan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat di dalam negeri.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia menjadi negara pengimpor produk minyak olahan, termasuk di dalamnya BBM dari Singapura. Dalam catatan disebut bahwa Indonesia mengimpor 10,3 juta ton minyak olahan di 2021, kemudian disusul Malaysia 5,1 juta ton dan India 1,3 juta ton.

Padahal, Singapura merupakan negara kecil di Asia Tenggara yang hampir tidak memiliki sumber daya alam sama sekali. Mirisnya lagi sebagian BBM yang diimpor dari Singapura juga berasal dari hasil eksploitasi sumur minyak di Tanah Air. Lantas, apa penyebab Indonesia masih mengimpor BBM dari Singapura?

Seperti diketahui, Singapura merupakan importir minyak dari Indonesia. Singapura membeli minyak mentah dari Indonesia, lalu diolah dalam kilang minyak di Singapura. Hingga akhirnya Singapura sudah berhasil memiliki kilang yang bisa mengolah BBM. Dari pengolahan itu, Indonesia membeli produk minyak olahan dari Singapura karena belum memiliki kilang untuk memproduksi olahan minyak tersebut.

Stok cadangan BBM yang dimiliki Singapura terbilang cukup besar. Menurut data Energy Information Administration (IEA), kapasitas kilang minyak di Singapura mencapai 1,4 juta barel per hari. Dilaporkan ada 3 kilang minyak besar yang dikelola oleh Singapura, yakni Shell Pulau Bukom Refinery dengan kapasitas 500.000 barel/hari, ExxonMobil Jurong Island Refinery dengan kapasitas 605.000 barel/hari, dan SRC Jurong Island Refinery berkapasitas 290.000 barel/hari.

Baca Juga: Singapura Ekspor Jutaan Ton BBM ke RI, Padahal Minyaknya dari Indonesia
Dear Pemudik, Simak Nih Jurus Irit BBM Saat Arus Balik Lebaran

Ketiga perusahaan itu mampu mengolah minyak bumi yang diimpor dari Asia Tenggara dan TImur Tengah, lalu diolah menjadi BBM yang sidap untuk diekspor.

Alasan lain yang membuat Singapura menjadi pusat kilang minyak adalah karena letaknya yang strategis dan mudahnya investasi serta perizinan. Selain itu, populasi warga di Singapura juga tercatat hanya 5,7 juta jiwa, sehingga konsumsi BBM dalam negeri relatif sangat kecil.

Video Terkait