Pajak Karbon Diharapkan Tingkatkan Energi Terbarukan Lebih Ramah Lingkungan

Gedung bertingkat. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 7 Juni 2022 | 19:45 WIB

Sariagri - Penerapan pajak karbon dinilai dapat mendorong keadilan untuk meningkatkan penerapan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Rencananya penerapan pajak karbon akan mulai berlaku pada Juli 2022. 

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Surya Darma mengatakan subsidi telah diberikan kepada energi tidak terbarukan seperti bahan bakar fosil yang mengakibatkan ketimpangan.

"Untuk mendapatkan keadilan itulah kemudian diupayakan diberlakukan apa yang disebut pajak karbon atau carbon pricing atau nilai ekonomi karbon," ujar Surya dalam diskusi bertajuk "Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Pajak Karbon dan Energi Terbarukan", Selasa.

Nilai ekonomi karbon, dengan di dalamnya terdapat perdagangan karbon, telah diatur dalam Perpres Nomor 98 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional.

Dengan adanya pajak karbon akan tercapai keadilan antara energi tidak terbarukan, yang beberapa di antaranya mendapatkan subsidi dengan energi terbarukan.

"Konsekuensinya adalah orang yang tidak ramah terhadap lingkungan, yang mencemari lingkungan, dia tentu harus membayar konsekuensi itu. Sehingga dana yang dibayar itu bisa dipakai untuk kepentingan energi yang lebih terbarukan, energi lebih ramah terhadap lingkungan," kata dosen magister eksplorasi geothermal Universitas Indonesia itu.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Kebijakan Ahli Madya di Kementerian Keuangan Hadi Setiawan mengatakan tujuan dari penerapan pajak karbon bukanlah untuk penerimaan tapi mendorong perubahan perilaku untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga: Pajak Karbon Diharapkan Tingkatkan Energi Terbarukan Lebih Ramah Lingkungan
Keren! Istana Kepresidenan Yogyakarta Gunakan Energi Terbarukan



Pajak karbon adalah salah satu instrumen nilai ekonomi karbon yang merupakan bentuk dari pungutan atas karbon.

"Bertujuan untuk mengubah perilaku para pelaku ekonomi untuk beralih kepada aktivitas ekonomi hijau yang rendah karbon. Sehingga dapat digunakan untuk mendukung target penurunan emisi gas rumah kaca dalam jangka menengah dan panjang," pungkasnya.

Video Terkait