Antam Maksimalkan Pemanfaatan EBT Dukung Netralitas Karbon

lustrasi - Pabrik pengolahan nikel milik PT Aneka Tambang Tbk di Sulawesi Tenggara. (Antara Foto/Jojon/wsj.

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 10 Juni 2022 | 12:10 WIB

Sariagri - PT Aneka Tambang (Antam) Tbk akan memaksimalkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di wilayah operasi perusahaan. Langkah ini sebagai bagian dari upaya memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendukung pemerintah mencapai netralitas karbon pada 2060.

"Melalui pemanfaatan EBT diharapkan ke depannya akan meningkatkan pengurangan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan perusahaan," kata Direktur Operasi dan Produksi Antam Dewa Wirantaya di Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Dewa dalam keterangannya mengatakan pihaknya telah melakukan inisiatif dan inovasi. Salah satunya melalui instalasi sistem pengendalian emisi di Pabrik Feronikel Pomalaa dan menyusun peta jalan dekarbonisasi bersama Holding BUMN Pertambangan MIND ID, serta menerapkan berbagai upaya dekarbonisasi di unit bisnis.

Untuk itu Antam menandatangani nota kesepahaman dengan PLN untuk suplai listrik pada Pabrik Feronikel Pomalaa di Sulawesi Tenggara yang menggunakan pembangkit listrik EBT.  Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan pada 3 Juni 2022 dan menyepakati suplai listrik sebesar 150 MVA.

"Dengan adanya suplai listrik ke tiga lini pabrik feronikel dari jaringan PLN ini diharapkan akan mampu mengurangi emisi karbon hingga lebih dari 50 persen," kata Dewa.

Selain itu juga dilakukan pemakaian bahan bakar B30 untuk kendaraan operasional tambang, penggunaan panel surya untuk penerangan tambang di beberapa unit bisnis, serta mengganti  bahan bakar dalam kegiatan pengolahan bijih nikel dari Marine Fuel Oil menjadi Dual Fuel yang akan mampu mengurangi emisi pada proses produksi feronikel.

Perusahaan juga berupaya menerapkan teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk menurunkan konsumsi energi, serta menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi secara berkala yang dilakukan manager energi dan auditor energi yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk membantu proses efisiensi energi.

"Melalui pemanfaatan energi hijau dan upaya-upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang dilakukan diharapkan akan mampu membantu Antam dalam upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik demi keberlanjutan perusahaan," pungkasnya.

Video Terkait



Baca Juga: Antam Maksimalkan Pemanfaatan EBT Dukung Netralitas Karbon
DKI Jakarta Aktif Kurangi Emisi Karbon 30 Persen pada 2022