Petalite Tak Akan Naik, Pemerintah Siap Subsidi Hingga Rp200 Triliun

Ilustrasi saat mobil isi bahan bakar (bbm). (Antara)

Editor: Reza P - Sabtu, 11 Juni 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan bahwa Pemerintah memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 atau pertalite, di tengah-tengah tingginya harga minyak dunia imbas perang Rusia-Ukraina.

Dia menyebutkan bahwa keputusan tersebut dibuat karena pemerintah memberikan subsidi BBM jenis tersebut yang mencapai ratusan triliun rupiah. "Pemerintah membantu rakyat hampir Rp200 triliun lebih, makanya kemarin harga BBM pertalite tidak naik," ungkapnya dalam siaran pers.

Subsidi tersebut, kata dia, tidak berlaku bagi BBM jenis pertamax, di mana harganya diputuskan naik sebesar Rp12.500 per liter sejak April 2022. Selain itu, lanjut dia, pengguna pertamax didominasi oleh orang yang mampu.

"Tapi, ini tidak dengan pertamax untuk yang mampu. Itu pun di lapangan masih banyak ditemukan mobil yang mestinya tidak boleh (beli) pertalite, malah masih mengisi," terangnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan dalam rilisnya, saat ini penambahan anggaran subsidi BBM untuk menahan kenaikan harga Pertalite sudah sangat tepat dalam menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Petalite Tak Akan Naik, Pemerintah Siap Subsidi Hingga Rp200 Triliun
Harga BBM Bakal Naik, Pengamat: Belum Tepat, Pending Dulu

Namun, secara jangka panjang pemerintah tetap harus mencari cara untuk menekan anggaran subsidi, agar tidak membebani APBN.

Fahmy menambahkan bahwa subsidi yang diberikan untuk pertalite banyak yang tidak tepat sasaran, karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat mampu. Untuk itu, pembatasan bisa dilakukan, di antaranya pertalite hanya untuk kendaraan roda dua.

Video Terkait