Jerman Darurat Gas Setelah Rusia Kurangi Pasokan

Ilustrasi pipa gas. (Foto: Pixabay)

Editor: Putri - Kamis, 23 Juni 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mendorong rencana darurat gas tiga fase, menggerakkan ekonomi terbesar Eropa itu ke tingkat "alarm" menyusul pemotongan tajam pasokan dari Rusia.

Peringatan tersebut memberi pemerintah opsi untuk memberlakukan undang-undang yang memungkinkan perusahaan energi menaikan biaya bagi rumah rumah dan bisnis. Beberapa pembangkit listrik tenaga batu bara juga dapat diaktifkan kembali untuk membantu meminimalkan konsumsi gas.

Tingkat "darurat" ketiga dan tertinggi akan melibatkan kontrol negara atas distribusi. Habeck meminta masyarakat Jerman untuk mengurangi konsumsi gas dalam upaya menghemat energi untuk musim dingin.

"Kami berada dalam konfrontasi ekonomi dengan Rusia," kata Habeck.

Mengutip Straits Times, Kamis (23/6/2022), Habeck memperingatkan pada bahwa Jerman harus bersiap untuk pengurangan lebih lanjut aliran gas Rusia. Rusia pada pekan telah memangkas pengiriman gas pada pipa utamanya ke Eropa.

Jerman, yang bergantung pada Rusia untuk lebih dari sepertiga pasokan gasnya, memberlakukan fase "peringatan dini" awal pada akhir Maret. Saat itu Pemerintah Rusia menuntut pembayaran dalam rubel, mendorong Jerman untuk bersiap menghadapi potensi pemutusan kontrak pasokan.

Beberapa negara Eropa telah menguraikan serangkaian langkah-langkah untuk menahan krisis pasokan guna mengatasi kekurangan energi musim dingin. Selain itu, lonjakan inflasi juga dapat menguji tekad Eropa untuk mempertahankan sanksi terhadap Rusia.

Habeck yang juga wakil rektor dalam koalisi yang berkuasa, mengatakan langkah Rusia untuk memotong pengiriman gas melalui pipa Nord Stream sekitar 60 persen bermotivasi politik dan bertujuan meresahkan pasar.

Langkah terbaru pemerintah datang ketika Jerman bergegas mengisi fasilitas penyimpanan gas, saat ini sekitar 58 persen penuh. Perusahaan energi Jerman telah membangun stok untuk mencoba mencapai target kapasitas 90 persen yang diamanatkan pemerintah untuk membantu negara menghadapi musim dingin.

Baca Juga: Jerman Darurat Gas Setelah Rusia Kurangi Pasokan
Ekonomi Indonesia Harus Antisipasi Kenaikan Harga Energi

Gas adalah bagian penting bagi Jerman dan sulit untuk diganti daripada batu bara dan minyak Rusia. Sekitar 15 persen listrik Jerman dihasilkan dari gas, yang juga penting untuk menghangatkan rumah dan proses industri di sektor kimia, farmasi, dan logam.

Jerman telah mengambil langkah-langkah untuk mengamankan pasokan, termasuk mengambil alih anak perusahaan lokal Gazprom, yang berganti nama menjadi Securing Energy for Europe GmbH.

Negara ini juga membangun infrastruktur untuk mengimpor gas alam cair dari Amerika Serikat dan pemasok lainnya.

Video Terkait