PLN Uji Coba Abu Batu Bara sebagai Media Tanam

PT PLN melakukan uji coba abu batu bara hasil kegiatan PLTU Pulang Pisau sebagai media tanam layaknya campuran tanah dan pupuk. (Antara/Firman)

Penulis: Yoyok, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 27 Juni 2022 | 22:30 WIB

PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian dan Pembangkitan (UPDK) Palangkaraya, Kalteng, melakukan uji coba abu batu bara hasil kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pulang Pisau sebagai media tanam layaknya campuran tanah dan pupuk.

"Penggunaan abu batu bara sebagai media tanam untuk mengubah lahan nonproduktif di sekitar PLTU Pulang Pisau menjadi lahan produktif," kata Manajer Bagian Keuangan dan Umum PLN UPDK Palangkaraya Warto di Banjarbaru, Kalsel, Senin (27/6).

Bersama Dinas Pertanian, Polres dan kelompok tani di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, PLN melakukan uji coba menggunakan tiga komposisi kandungan abu batu bara atau fly ash bottom ash (FABA) yang berbeda yaitu dimulai 37,5 persen, 52,5 persen, hingga 67,5 persen.

Dari hasil penelitian tersebut nantinya diketahui komposisi campuran FABA, tanah, sekam dan kompos yang paling tepat dan sesuai untuk kondisi lahan di sekitar PLTU.

"Beberapa penelitian sebelumnya, karakteristik FABA yang memiliki pH 4,5-12 mampu memperbaiki keasaman tanah sehingga tanah menjadi lebih subur," jelas Warto.

Dia menjelaskan pula kondisi lahan di sekitar lokasi PLTU Pulang Pisau merupakan tanah gambut yang memiliki komposisi yang buruk serta tingkat keasaman tinggi. Hal ini menyulitkan petani untuk dapat memanfaatkannya sebagai lahan pertanian produktif.


PLN berharap setelah didapatkan komposisi campuran yang paling tepat, pihaknya dapat menjalin kerja sama pemanfaatan FABA seluas-luasnya dengan berbagai kelompok tani, TNI/Polri dan pemerintah setempat. Pasalnya, PLTU Pulang Pisau dengan kapasitas 90 megawatt mampu menghasilkan 40 ton FABA per hari.

Baca Juga: PLN Uji Coba Abu Batu Bara sebagai Media Tanam
Pasokan Batubara Aman, PLN Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik



"Dengan banyaknya lahan yang tidak termanfaatkan di Pulang Pisau, maka penggunaan FABA sebagai media tanam diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing masyarakat jelas Warto.

Sesuai regulasi, FABA tidak lagi dikategorikan sebagai limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), sehingga FABA layak dipandang sebagai sumber daya yang menyimpan potensi dalam memperbaiki lahan nonproduktif dan dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk berbagai sektor yang menunjang perekonomian masyarakat.

Video Terkait